Exhibition Hot News 

Indonesia Future City & REI Mega Expo 2017 Smart Indonesia Initiatives Conference

Tangerang, 17 September 2017 – Salah satu kegiatan penting dalam IFC & REI Mega Expo 2017 adalah Konferensi. Konferensi yang bertajuk “Smart Indonesia Initiatives Conference” dan diprakarsai oleh Institut Teknologi Bandung dan Asosiasi Prakarsa Indonesia Cerdas,akan digelar selama 3 hari berturut-turut yaitu pada tanggal 18-20 September 2017 dimana merupakan ajang tempat berbagi wawasan pengetahuan, pengalaman, bersosialisasi, serta berdiskusi mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menuju Kota Masa Depan serta segala permasalahannya.Hal ini bertujuan agar para pemangku kepentingan yang hadir dalam konferensi ini, mendapatkan pengetahuan dan wawasan baru dalam perencanaan pembangunan Kota Masa Depan (Future City) maupun kota cerdas (Smart City) di kota masing-masing.

Salah satu sesi Konferensi di hari pertama (18 September 2017) yang menarik adalah, General Session yang diselenggarakan oleh Real Estat Indonesia (REI), yang akan mengangkat tema Pembangunan Kota Baru Swasta (Smart Township Development by Private Sector) dengan menghadirkan tiga orang pembicara yaitu Ketua Umum REI Soelaeman Soemawinata; Ketua Dewan Penasehat REI, Setyono Djuandi Darmono dan Wakil Ketua Umum Bidang Regulasi dan Perundang-undangan REI, Ignesjz Kemalawarta. Ketua Umum REI Soelaeman Soemawinata akan mengangkat tentang Pembangunan Kota Baru Swasta di luar Jawa seperti yang didengung-dengungkan Presiden Jokowi, apa saja pelajaran yang dapat diambil dan apa yang harus diperhatikan oleh para pengembang serta dukungan seperti apa yang diharapkan oleh pengembang dari Pemerintah Kota dan Pemerintah Pusat. Sementara Setyono Djuandi Darmono akan membahas mengenai Industrial and Tourism City. Bagaimana Kota bertransformasi menjadi pusat industri dan sekaligus menjadi kota wisata. Sedangkan pembicara ketiga yaitu Ignesjz Kemalawarta, akan membahas mengenai Green Cities and Sustainable City for the Future, dengan best practice nya: Kawasan Bumi Serpong Damai (BSD). Topik ini penting sekali bagaimana seharusnya setiap kota menciptakan nilai tambah yang kompetitif dan sulit ditiru agar pembangunan kota bisa berkelanjutan. Ketiga topik ini akan dibahas dalam sesi terakhir di Konferensi hari Pertama tanggal 18 Agustus 2017 dengan moderator: Bernardus Djonoputro (Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia – IAPI).

Persoalan perumahan tentunya merupakan hal yang sangat penting dalam pembangunan Kota Masa Depan. Dalam diskusi dengan APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) beberapa waktu lalu, Ketua Umum REI Soelaeman Soemawinata menyatakan bahwa tahun ini, REI membangun 200.000 rumah MBR dan 250.000 rumah non MBR. Hal ini tentunya merupakan pencapaian yang besar dan memerlukan dukungan penuh dari Pemerintah Kota dan Pemerintah Pusat.

Konferensi tentang Smart City akan digelar selama 3 hari berturut-turut dengan total 60 pembicara. Selain General Session, ada juga Paralel Session yang disusun semenarik dan sangat akurat dengan persoalan-persoalan yang tengah dihadapi dalam rangka membangun Kota Masa Depan. Diantaranya, Smart Economic, Smart Industry, Smart Infrastructure, Smart Health, Smart Security, Smart Mobility, Smart Environment, Smart Energy dan Smart Government.

Related posts

Leave a Comment

%d bloggers like this:
www.000webhost.com