Convention Exhibition Hot News M.I.C.E. Activities Meeting 

Indonesia Future City & REI Mega Expo 2017 Smart Indonesia Initiatives Conference Hari Kedua Angkat Tema Smart Social

Tangerang, 19 September 2017 – Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Djuwita F. Moeloek, hari ini, Selasa 19 September 2017 menjadi Keynote Speaker di hari kedua Smart Indonesia Initiatives Conference di Nusantara Hall, ICE, BSD City, Tangerang. Konferensi ini merupakan rangkaian dari event Indonesia Future City & REI Mega Expo 2017 yang telah berlangsung sejak 14 – 24 September 2017 di ICE BSD. Dalam paparannya, Menteri Kesehatan menekankan bahwa Pembangunan Berwawasan Kesehatan adalah hal yang mutlak dilakukan untuk menuju cita-cita Indonesia Sejahtera seperti yang tertuang dalam program kelima Nawa Cita Presiden Joko Widodo. Menteri Kesehatan menambahkan, “Untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, Kementerian Kesehatan tidak dapat bekerja sendiri, namun diperlukan kerjasama antar kementerian dan lintas sektor untuk mencapai Indonesia Sejahtera melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)” .

Selain Menteri Kesehatan, hadir juga empat pembicara lain yang menjadi Keynote Speaker dalam sesi pagi yang mengambil tema “Smart Social”, antara lain Inspektur Jendral Polisi, Drs. Arkian Lubis, S.H. yang hadir mewakili Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Tito Karnavian; Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Ir. Diah Indrajat, M.Sc; Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Antarmoda Kementerian Perhubungan Republik Indonesia,  Imran Rasyid; dan Prof. Toshio Obi, dosen dari Waseda University, Jepang. Sesi pagi ini dipandu oleh moderator Prof. Suhono Supangkat selaku Ketua APIC (Asosiasi Pemrakarsa Indonesia Cerdas). Setelah sesi pagi yang mengangkat tema ‘smart social’, akan dilanjutkan dengan 3 sesi paralel yaitu smart mobility, smart security/safety serta smart health.

Pada konferensi hari kedua ini, Prof. Toshio Obi menjelaskan, belajar dari pengalaman yang dialami oleh negara Jepang, maka untuk bertransformasi menuju smart city, diperlukan transformasi digital yang lugas, kolaborasi Public Private Partnership (PPP) di antara para pemangku kepentingan baik skala lokal, nasional maupun global serta adanya prioritisasi keterlibatan masyarakat melalui e-participation dan media sosial.

Sementara itu, dalam General Session hari pertama konferensi kemarin, Senin 18 September 2017, hadir Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara,yang menjadi Keynote Speaker yang mengangkat tema tentang ‘Smart Township Development by Private Sector’. Dalam paparannya, Rudiantara menegaskan kembali bahwa smart city tidak selalu terkait dengan teknologi dan digitalisasi, tapi lebih dari itu smart city itu intinya adalah bagaimana meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, dengan teknologi sebagai alat/enabler untuk mencapai kesejahteraan tersebut. Rudiantara menambahkan, “smart city itu harus berorientasi kepada pelayanan yang prima untuk masyarakat. Intinya adalah bagaimana meningkatkan nilai tambah dalam hal pelayanan publik kepada masyarakat”. Pemerintah mentargetkan pada tahun 2019 nanti, Indonesia harus menjadi negara nomor 2 setelah Singapura dalam hal infrastruktur telekomunikasi. Hal ini agar setiap daerah di Indonesia baik Jabotabek maupun Papua mendapatkan fasilitas broadband yang sama. Dengan internet berkecepatan tinggi ini diharapkan seluruh institusi pendidikan, puskesmas, rumah sakit, kantor polsek, kantor polres dapat terhubungkan seluruhnya. Selain Menkominfo, hadir juga Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI), Soelaeman Soemawinata, yang membahas tentang pembangunan kota baru menciptakan peluang yang baru pula. Menurut Ketua Umum REI, pertumbuhan penduduk Indonesia yang mencapai 1,4% per tahun, haruslah diantisipasi dengan pemenuhan kebutuhan akan perumahan yang layak dan terjangkau. Untuk itu, REI mendukung program Presiden Jokowi yang mentargetkan pembangunan perumahan dan Kota-Kota baru di luar Jawa. Hal ini menurut Soelaeman, akan meredistribusi penduduk ke kota-kota baru di luar Jawa dan meredistribusi perekonomian di luar Jawa. Soelaeman menambahkan, “REI mengharapkan pemerintah pusat dan daerah dapat menerbitkan regulasi yang mendukung bagi para pengembang perumahan serta terus membangun infrastruktur utama”.

Pada hari ke-3 konferensi besok, Rabu 20 September 2017, akan membahas tentang Smart Environment, Smart Energy dan Smart Government, yang rencananya akan menghadirkan Keynote Speaker dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjatian; Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Ignasius Jonan; Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya; dan Direktur Komersil PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, Dany Praditya.

Pameran IFC & REI ME 2017 masih akan terus berlangsung hingga 24 September 2017. Terdapat banyak penawaran menarik untuk para pengunjung yang ingin mencari hunian atau investasi properti. Serta ada juga kehadiran special artist performance dari Kahitna (Kamis, 21 September 2017), Naura dan Ibeth Idol (Jumat, 23 September 2017), Neona dan Ari Lasso (Sabtu, 23 September 2017), dan Lucky Idol (Minggu, 24 September 2017). Food festive juga tersedia di Hall 8 untuk pengunjung nikmati.

Related posts

Leave a Comment

%d bloggers like this:
000webhost logo